Pada
prinsipnya kamera dibagi menjadi tiga bagian:
- Lens
- Camera body
- Magazine/tape compartments
Lensa Pada prinsipnya lensa adalah seperti mata kita atau mata
kamera, untuk itu kebersihan dan kejernihannya harus di jaga, karena lewat
lensalah gambar/cahaya akan ditransmisikan ke film atau pita atau digital.
Dalam sinematografi kita mengenal ada tiga jenis lensa yaitu:
- Lensa Wide: adalah lensa dengan sudut pengambilan yang luas
- Lensa Normal: adalah lensa yang secara prespektif dianggap mewakili mata manusia dalam melihat dunia dan sekitarnya. Pada pembuatan film, lensa normal ini adalah lensa 50mm.
- Lensa Tele: adalah lensa dengan sudut pengambilan sempit.
Ada lensa yang bisa mengambil sudut
pengambilan dari luas ke sempit, lensa seperti ini adalah merupakan lensa
dengan variable focal length atau pada umumnya disebut: Zoom lens.
Kelemahan dari lensa-lensa variable focal length adalah karena banyaknya elemen
lensa di dalamnya maka ada pencurian cahaya yang disebabkan oleh pembiasan
cahaya pada setiap elemen lensa tersebut.
Pada setiap lensa yang professional
maupun yang semi professional ada 3 buah ring yaitu yang pertama adalah Focusing ring yang berfungsi untuk
mengatur focus dalam sebuah shot. Kemudian ada Focal length ring ( pada lensa zoom atau variable
focal length ) focal length adalah panjang pendeknya sebuah lensa
atau secara tekhnis dikenal sebagai jarak dari titik api lensa ke bidang datar
atau film plane. Yang terakhir adalah F.stop atau Diafragma
ring yang berfungsi untuk mengatur exposure sebuah shot.
Setiap lensa mempunyai cacat atau
kelemahan masing-masing karena sifat alamiahnya dan saat produksi, seperti
distorsi, aberasi, dan lain-lain. Kelemahan atau cacat lensa ini tidak selalu
dianggap buruk karena bisa kita gunakan untuk menguatkan efek dramatik yang ada
di dalam scenario. Seperti juga setiap lensa mempunyai daerah ketajamannya
masing-masing, daerah ketajaman ini disebut dengan Depth of Field
disingkat dengan DoF. Jadi depth of field adalah daerah ketajaman di
mana subjek/objek terlihat jelas atau tidak blur di kamera.
Depth of
Field sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya:
- Jarak dari kamera ke objek atau subjek
Jarak dari kamera ke objek atau
subjek akan mempengaruhi panjang atau pendeknya daerah ketajaman karena semakin
dekat objek atau subjek dengan kamera maka akan semakin pendek Depth of
field-nya karena setiap lensa hanya memiliki satu fokus poin saja.
- Besar kecilnya bukaan diafragma
Besar kecilnya diafragma juga
mempengaruhi panjang pendeknya depth of field karena semakin kecil diameter
bukaan diafragma akan semakin panjang depth of field-nya berarti semakin
besar angka seperti 11 – 16 – 22 dsb akan semakin panjang depth of fieldnya,
sedangkan semakin lebar bukaan diameter diafragma akan semakin pendek depth
of fieldnya, berarti semakin kecil angka seperti 4 – 2,8 – 1,4 dan
sebagainya akan semakin pendek depth of field-nya. Diafragama adalah
diameter lingkaran aperture yang juga berfungsi untuk mengatur gelap atau
terangnya sebuah gambar.
- Panjang pendeknya/Focal length sebuah lensa.
Semakin panjang sebuah lensa akan
mempengaruhi depth of field menjadi semakin pendek, sedangkan semakin pendek
sebuah lensa akan mempengaruhi depth of field menjadi panjang atau luas.
No comments:
Post a Comment